Bunga Talang Mamak

Mencari Paman yang Hilang

Di sebuah negeri bernama Taram Bukik Limbuku hiduplah dua orang bersaudara. Seorang perempuan dan seorang lagi laki-laki. Saudara laki-laki bernama Hasan Basiri. Saudara perempuannya bernama Upik Maradi. Saudara perempuan Hasan Basiri, yaitu Upik Maradi sudah berkeluarga. Upik Maradi memiliki dua orang anak. Satu orang anak laki-laki dan satu orang lagi anak perempuan. Usia kedua anak Upik Maradi sudah menginjak dewasa. Akan tetapi, mereka belum
berkeluarga.
Upik Maradi menamai anak perempuannya Aisyah. Sementara itu, anak laki-laki Upik Maradi memiliki nama yang cukup aneh. Ia biasa dipanggil ibunya dengan nama Tonek. Belum ada seorang pun di negeri itu memiliki nama seaneh itu. Tidak ada seorang pun yang mengetahui mengapa Upik Maradi menamai anaknya seaneh itu. Pada awalnya, orang kampung memang merasa aneh dengan nama itu.

Akan tetapi, lama kelamaan mereka pun terbiasa dengan nama Tonek. Tonek pun tidak pernah merasa malu dengan nama pemberian ibunya itu. Ia bangga menyandang nama yang cukup unik itu. Ia bisa menerima dengan ikhlas nama pemberian ibunya itu. Terkadang memang ada orang yang usil menertawakan namanya itu. Akan tetapi, Tonek tidak pernah peduli dengan perlakuan tersebut. Ia beranggapan bahwa ibunya tentu memiliki alasan pemberian nama yang unik dan aneh itu Sementara itu, saudara laki-laki Upik Maradi, Hasan Basiri, sejak mudanya pergi merantau. Ia memutuskan untuk pergi merantau karena kebiasaan orang kampungnya. Anak laki-laki harus meninggalkan kampung untuk mencari penghidupan di rantau orang. Ketika sudah berhasil di rantau, mereka akan kembali pulang ke kampung untuk membangun kampungnya. Itulah alasan yang mendorong Hasan Basiri untuk pergi
merantau meninggalkan negeri tercintanya. Sudah hampir dua puluh tahun Hasan Basiri merantau.
Selama dua puluh tahun itu, Upik Maradi tidak pernah mendapat kabar dari kakaknya itu. Satu pucuk surat pun tidak pernah ia terima. Hasan Basiri seperti hilang ditelan bumi. Upik Maradi sama sekali tidak mengetahui nasib kakak satu-satunya itu. Ia juga tidak mengetahui negeri rantau tempat kakaknya berada. Tidak ada sama sekali kabar berita. Upik Maradi tidak mengetahui nasib kakak satu-satunya itu. Entah kakaknya itu masih hidup atau sudah mati. Tidak ada seorang pun yang mengetahuinya.

Selengkapnya: Bunga Talang Mamak