Dukung Gernas Baku, PAUD di Pangkal Pinang Butuh Bantuan Buku

SAHABAT KELUARGA – Sejumlah PAUD di Kota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung membutuhkan bantuan buku bacaan guna mendukung Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku (Gernas Baku). Sebagian sekolah memiliki koleksi buku yang masih minim dan belum tersedia pojok baca.

Hal tersebut disampaikan Sulfiana, Kepala Sekolah Taman Penitipan Anak Intan Asri kepada redaksi Sahabat Keluarga di Kota Pangkal Pinang, akhir pekan lalu. ”Tidak semua PAUD di Pangkal Pinang memiliki koleksi buku bacaan yang memadai bagi peserta didik mereka,” ungkapnya.

Inilah salah satu kendala sekolah untuk melaksanakan program Gernas Baku. Untuk itu Sulfiana berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan bantuan buku kepada PAUD-PAUD di Pangkal Pinang sehingga dapat menyelenggarakan Gernas Baku lebih optimal.

”Gernas Baku ini program yang sangat bagus. Orangtua semangat sekali datang ke TPA kami lalu membacakan buku untuk anak-anak mereka. Ada yang membaca di dalam ruangan TPA, ada juga yang gelar tikar di halaman,” ungkap Sulfiana mengenang kegiatan Gernas Baku yang diselenggarakan awal Mei lalu sembari tersenyum.

Senada, Kepala Sekolah PAUD Biruni Mar’ati menyatakan, sebagian PAUD di Pangkal Pinang belum memiliki koleksi buku yang mencukupi. ”Kalau bukunya lengkap dan kondisinya baik, pasti orangtua dan anak-anak akan lebih bersemangat membacanya,” katanya.

Ia berharap masyarakat dan perusahaan swasta maupun BUMN dapat turut membantu menyediakan buku bacaan bagi anak-anak PAUD di kota timah tersebut. Namun, Kepala Bidang Pengelolaan PAUD dan Pendidikan Non Formal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Jeanny Anepta meminta agar sekolah tidak menunggu bantuan pemerintah. Ia meminta agar tiap PAUD saling bekerja sama dan meminjamkan koleksi buku bacaannya.

Selain itu, bahan bacaan tidak harus dalam bentuk buku. Sebab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui laman Sahabat Keluarga telah menyediakan beragam bahan bacaan dan dongeng bagi anak-anak yang dapat diunduh secara daring. Materi-materi tersebut juga dapat diunduh melalui ponsel. (Yohan Rubiyantoro/Subdit Kemitraan)

Sumber: https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id