Geliga Sakti

Negeri Kelang

Seekor elang terbang berputar mengelilingi sebuah kampung nan luas dan besar. Saking luasnya, elang itu memerlukan dua hari dua malam agar semua kampung terkelilingi. Selintas terlihat hutan belantara dan pohon-pohon besar saja. Selain itu, kampung yang banyak ditumbuhi pohon-pohon besar tersebut menyimpan beraneka ragam hasil hutan yang
bermanfaat bagi penduduk sekitarnya. Batang pohon akan mereka jadikan sebagai tiang untuk membangun rumah panggung, sedangkan untuk atapnya diambil dari pohon rumbia yang disebut ijuk. Tanaman rumbia itu biasanya tumbuh di rawa-rawa secara berkelompok-kelompok.
Pagi yang cerah, matahari memancarkan sinar keemasannya di balik dedaunan yang rindang. Kicauan beraneka jenis burung riuh rendah menyambut pagi datang. Sementara itu, segerombolan burung pipit terbang mencari makan mengitari sawah-sawah penduduk. Burung pipit terlihat terbang dan menyelinap di antara rumpun padi yang berisi dan sebentar
lagi menguning. Kehadiran burung-burung itu tidak diketahui oleh pemilik sawah. Setelah kenyang, burung
pipit akan pulang dan kembali ke sarangnya. Musim panen tiba, penduduk sekitar terlihat riang gembira menyambut suasana itu. Kegembiraan terlihat jelas di wajah mereka karena hasil panen kali ini berlimpah dari sebelumnya. Terbayang lumbung-lumbung padi akan terisi penuh dengan tangkai-tangkai padi yang sudah dipanen. Simpanan padi ada di lumbung yang hampir setiap rumah memilikinya. Biasanya musim panen dua sampai tiga kali dalam setahun, bergantung pada kesepakatan mereka yang ingin turun ke sawah.
Selain tanaman padi, penduduk kampung akan menanam palawija, seperti cabai, ketimun, terung, dan kacang panjang. Mereka menanamnya setelah musim panen padi usai. Jika hasil panen dari palawija berlebih, mereka akan menjualnya ke pasar dengan cara menukarkannya dengan kebutuhan lain, seperti garam, gula, teh, kopi, dan ikan kering.
Kampung nan luas dan besar itu bernama Kelang. Kehidupan penduduk di kampung itu sangat tentram dan damai. Mereka selalu menjaga kerukunan antara sesama ataupun terhadap pendatang yang ingin bertamu. Rasa persaudaraan yang dalam sangat terasa jika ada yang bertamu ke Kampung Kelang. Oleh sebab itu, keramahan penduduk Kelang terkenal di manamana.

Negeri Kelang diperintah oleh seorang raja yang bernama Iskandar. Dia mempunyai seorang permaisuri yang cantik dan jelita. Selain cantik, permaisuri sangat ramah dan pengasih terhadap rakyatnya. Raja Iskandar juga sangat baik dan ramah kepada rakyatnya. Selain itu, sifatnya yang bijaksana memberikan rasa nyaman dan tentram bagi rakyat Kelang. Raja Iskandar juga mempunyai kesaktian yang tinggi, tidak ada seorang pun yang dapat menandingi kesaktian sang raja.
Selengkapnya: Geliga Sakti