Keluarga sebagai Media Budaya Literasi

SAHABAT KELUARGA – September dalam sebuah lagu yang dinyanyikan Vina Panduwitana identik dengan sebuah keceriaan. Nah di bidang literasi bulan September adalah bulan cerianya aksara. Setiap tanggal 8 September diperingati sebagai Hari Aksara Internasional (HAI).

Dari rekam jejak yang ada, peringatan HAI digagas Unesco kala konferensi menteri pendidikan dunia tahun 1965. Perayaan HAI untuk pertama kalinya dilaksanakan pada tahun 1966 dan terus berlangsung hingga hari ini.

Pada tahun 2019 ini Kemdikbud menggelar perayaan HAI dengan tema Ragam Budaya Lokal dan Literasi Masyarakat. Puncak acaranya digelar di Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan.

”Dengan memperingati Hari Aksara Internasional, kita perkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan pendidikan, baik tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota dalam penuntasan buta aksara,” kata Harris Iskandar, Direktur Jenderal Paud dan Dikmas saat jumpa pers beberapa waktu lalu.

Lantas, literasi dasar apa saja yang perlu kita ketahui? Berikut 6 literasi dasar:

Keluarga sangat berperan dalam proses literasi. Karena dari keluargalah proses pendidikan baik langsung maupun tak langsung diperoleh. Melalui keluarga pula anak akan mengenal dunia sekitar dan pola pergaulan yang akan membentuk pola kepribadian anak.
Untuk mengenalkan literasi baca tulis Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga memiliki program Gerakan Orangtua Membacakan Buku (Gernas Baku). ”Bukan mengajarkan membaca semata, tetapi lebih terciptanya bondingantara orangtua dan anak. Gernas Baku ini wujud nyata dari Gerakan Literasi Keluarga (GLK) dan bagian dari Gerakan Literasi Nasional (GLN) selain Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan Gerakan Literasi Masyarakat (GLM),” papar Sukiman, Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga.

Keluarga adalah ruang efektif bagi anak-anak untuk pendidikan literasi, karena ketika anak berada dekat dengan orangtuanya maka rasa nyaman yang dia dapatkan. Orangtua bisa menyiapkan buku-buku bacaan maupun dongeng untuk menarik minat anak melihat buku dan kemudian tertarik untuk membaca ataupun didongengi oleh orangtuanya.
Sudah siap dengan buku untuk anak-anak kita? Selamat Hari Aksara Internasional 2019
(Dhoni Nurcahyo, Foto: Fuji Rahman).

Sumber: sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id