Yuk Dorong Anak Menulis Diary


SAHABAT KELUARGA – Ketika membongkar lemari pakaian untuk dibereskan, saya menemukan buku diary masa kecil. Saya lalu mengambilnya dan membaca setiap tulisan yang termemori di sana.

Ada banyak hal yang menarik dan bisa menggugah perasaan sehingga saya merasa kembali berada pada masa-masa itu. Di sana tertulis ketika saya sedang sebal dengan adik, ketika mengantuk di kelas dan ada teman yang mentertawakan. Juga ketika dimarahi ayah, ketika bingung mau memberi kado apa untuk ulang tahun sahabat, ketika tidur siang dan bablas sehingga tidak kebagian waktu salat Dhuhur. Bahkan tertulis juga cerita cinta diam-diam saya pada teman sekolah dan masih banyak lagi cerita yang lainnya.

Semua cerita itu tertulis rapi dan tersimpan rapi dalam diary. Membacanya membuat saya tersenyum sendiri.

Membaca kisah masa lalu mengingatkan pada siswa-siswa di sekolah. Kadangkala saya menemukan buku diary mereka di meja saat kegiatan belajar megajar berlangsung.

Lantas saya mulai mengingat-ingat manfaatnya menulis diary. Alasan kenapa saya kecil, menjelang remaja, serta siswa-siswa MTs saya suka menulis di buku diary.

Berikut ini beberapa manfaat yang dapat saya dan siswa-siswa rasakan dengan menulis diary di masa kecil:

Pertama, tempat mencurahkan isi hati

Saya yang pada masa kecil sangat introvert. Saya sangat merasa terbantu dengan menulis diary ketika saya mengalami masalah sekecil apapun. Karena tidak semua masalah bisa saya ceritakan kepada orang lain. Lagi pula saya tidak bisa cerita ke banyak orang karena hanya sedikit yang bisa percayai untuk menjadi sahabat pada waktu itu.

Kedua, mengurangi kegundahan hati

Siswa saya menceritakan bahwa dengan menulis diary hatinya menjadi lega. Yang berarti bahwa dengan menulis diary beban di hati menjadi terkurangi. Sehingga sangat bermanfaat untuk mencegah depresi karena banyaknya masalah yang ditanggung.

Ketiga, merapikan tulisan anak

Dengan seringnya menulis diary maka berarti pula anak sering melakukan kegiatan menulis dengan tulisan tangan. Intesitas menulis yang tinggi dapat diharapkan akan membuat tulisan anak akan menjadi rapi.

Keempat, meningkatkan keterampilan berbahasa dan komunikasi

Merangkai dan menghubungkan kata indah dan dramatis dalam diary akan membuat keterampilan bahasa terasah lebih baik. Meskipun terkesan lebay atau berlebihan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa ini akan menambah kaya kosakata dan wawasan berbahasa.

Kelima, menumbuhkan minat anak pada dunia literasi

Dengan menulis diary bakat seseorang dapat terlihat. Jika bakatnya menulis, maka anak akan semakin senang untuk melakukannya yang akan berlanjut pada kegiatan menulis lainnya. Misalnya membuat cerita. Ini yang saya lihat pada siswa saya.

Mereka yang sudah menyukai menulis, pasti akan menjadi senang membaca. Karena dengan membaca kosa kata akan bertambah, dan sangat bermanfaat untuk kegiatan menulisnya.

Dengan demikian, tidak ada salahnya jika anak suka menulis diary karena begitu banyak manfaat yang bisa diambil. (A`tina Fatha – Pengajar di MTs Miftahul Huda Rawalo, Kabupaten Banyumas; Foto – Fuji Rahman)

Sumber: https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id