Antologi Cerita Anak Indonesia (Bahasa Arab)

Hutan Kemenyan
“Tiba waktunya untukmu, Saut. Sudah berguguran bunganya.” Kupandangi beberapa helai bunga berwarna putih yang dibawa Kakek dan kini berserak di tikar.
“Sudah siap, Saut? Hari Senin nanti kita berangkat.”
Aku mengangguk. Terbayang jalanan kecil membelah hutan, melewati barisan pohon dan semak yang rapat. Kemudian menginap di soposopo, pondok kecil yang sempit untuk melawan rasa dingin di tengah hutan yang lebat.

Selengkapnya: Antologi Cerita Anak Indonesia (Bahasa Arab)