Jajanan Pasar Khas Yogyakarta

Adrem

Penganan ini banyak diproduksi di Pedukuhan Wirosutan, Sanden, Bantul. Adrem tergolong jajanan pasar yang “murah-meriah”. Keunikan bentuk dan rasanya yang khas membuatnya banyak digemari.
Adrem memiliki rasa yang manis bercampur gurih, sebagaimana makanan tradisional Jawa pada umumnya. Salah satu keunikannya adalah warna dan bentuknya. Warna khasnya adalah cokelat tua dan, jika diperhatikan, jajanan ini menyerupai kuncup bunga sebelum mekar.
Menurut Mbah Darmo dan beberapa sumber lain, kue ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram kuno lho. Biasanya, pada masa lalu penganan ini dijual oleh simbok-simbok yang berkeliling kampung ketika masa panen tiba. Warga menjadikan adrem sebagai teman minum teh tawar pahit atau minuman hangat lainnya.

Sejak zaman dahulu, adrem sering dibuat dan disuguhkan dalam acara-acara penting warga, misalnya hajatan, selamatan, atau kegiatan kampung lainnya. Cara pembuatannya sangat menyenangkan dan tidak memerlukan waktu lama.
Dari penelusuranku di Pasar Bantul, ada beberapa penjual adrem. Aku menemukan adrem sudah dikemas dalam wadah plastik dan sudah dalam keadaan dingin. Meskipun demikian, rasanya sungguh mencengangkan. Rasanya sama seperti ketika mamaku memberikannya saat pertama kali, sangat istimewa.
Jika kebetulan berkunjung ke Yogyakarta, singgahlah di Pasar Bantul. Namun, jika belum sempat, kalian bisa mencoba membuatnya. Aku juga sempat meminta Mbah Sarmi mengajariku. Setelah beberapa kali gagal, akhirnya aku berhasil juga.

Selengkapnya: Jajanan Pasar Khas Yogyakarta