Kisah Petualangan Binatang Hutan

Cerita Kodok Mas
Fabel dari Sumatera Selatan

Dahulu kala hiduplah sebuah keluarga yang memiliki empat orang anak perempuan. Di antara keempatnya, anak yang paling baik adalah si Bungsu.
Walaupun dia bukan yang tercantik. Suatu hari, keempat anak perempuan ini pergi mandi ke sungai. Ketika sedang asyik mandi tiba-tiba ada seekor kodok berenang di sana. Si Bungsu yang memang memiliki sifat yang baik dan penyayang binatang langsung mengambil kodok itu. Tidak hanya itu, kodok tadi juga dibawanya pulang ke rumah. Hal ini menjadikan ketiga kakaknya marah. “Jangan kamu bawa kodok itu pulang. Dia binatang yang kotor dan menjijikan,” ungkap ketiga kakaknya.
Bungsu tidak menghiraukan kemarahan kakaknya. Dia tetap saja membawa kodok itu pulang ke rumah.
Kedua orangtuanya juga tidak masalah dengan apa yang dilakukan si Bungsu. Si Bungsu membawa kodok itu ke kamar dan tidur bersamanya.
Suatu malam, si Bungsu bermimpi bertemu dengan seorang pangeran yang sangat tampan.
Bungsu belum menceritakan perihal mimpinya kepada siapapun di rumahnya. Saat makan bersama, Bungsu juga mengajak kodok untuk makan
bersama. Hal ini membuat kakaknya kembali memarahinya.
“Kau ini. Kodok ini kotor kenapa kau ajak makan ke sini?” hardik salah seorang kakaknya.
“Tidak apa-apa, Kak. Biarkan dia makan bersama kita,” jawab si Bungsu.
Si Bungsu tidak menghiraukan kakaknya yang kelihatan jengkel. Dia makan kemudian terus menyuapi kodok itu. Si Kodok ini hanya diam menunggu si Bungsu menyuapinya. Sang Ayah yang melihat kejadian itu menegur Bungsu dengan baik.
“Bungsu, janganlah kau ajak kodok itu makan di sini, Nak.”
“Tidak apa-apa Ayah. Kodok ini tidak akan mengganggu kita,” jawab Bungsu.

Mendengar jawaban Bungsu, akhirnya sang Ayah membiarkan Bungsu makan bersama kodok. Ayahnya tahu bahwa sejak kecil, anak bungsunya itu memang berhati baik dan penyayang kepada semua binatang. Bungsu juga lebih rajin dibandingkan dengan ketiga kakaknya. Kakakkakaknya yang masih jengkel lalu merebut kodok itu dari tangan bungsu dan menendangnya keluar.
“Keluar kamu kodok jelek. Pergi jauh dari sini,” ujar mereka.
Bungsu langsung menyelamatkan kodok itu dan membawanya ke kamar. Saat malam datang, Bungsu kembali bermimpi didatangi oleh pangeran
yang sama.
“Siapakah pangeran yang datang di mimpiku ini?” ucap Bungsu dalam hati.
Keesokan harinya, Bungsu kembali mengalami mimpi yang sama sampai hari ketujuh. Seminggu kemudian, ada rombongan kerajaan datang ke
rumah mereka. Orang sekampung pun turut hadir menyaksikan kedatangan rombongan tersebut.
Seluruh anggota keluarga ini heran dengan kejadian ini.
“Mohon maaf ada apa gerangan bapak-bapak ini berkunjung ke rumah kami yang jelek ini?” tanya Ayah bungsu terheran-heran.

Selengkapnya: Kisah Petualangan Binatang Hutan