Kisah Petualangan Burung dan Unggas

KA’ Mencuri Bunga
Fabel dari Sumatera Utara
(Asahan, Karo dan Toba)

Ka’ merupakan seekor burung gagak yang mempunyai suara, “Ka’.. ka’… koang, ka’ kelater kuang,” yang artinya apa pun tak akan terbuang.
Kisahnya berawal dari seorang Nenek yang mempunyai bunga, yang sangat cantik. Ia sangat menyayangi bunga itu. Ketika ia sedang berladang, ia selalu menjaga bunganya. Pada saat siang hari ketika ia merasa lapar dan akan makan siang, ia bingung harus menitipkan bunga ini kepada siapa. Lalu ia melihat Ka’ yang sedang bertengger di atas.
“Wahai Ka’, turunlah engkau, tolong jaga bungaku, aku mau makan dulu di rumah”.
Ka’ berkata, “Iya, akan kujaga bunga ini dan akan kupastikan tidak akan hilang”. Karena begitu cantiknya bunga ini Ka’ memakan dan menelan semua bunganya.
Setelah selesai makan, sang Nenek kembali ke ladang. Ia melihat bunganya sudah tidak ada lagi, ia mencarinya dan bertanya kepada Ka’.
“Wahai Ka’, di mana bunga yang aku titipkan tadi?”
“Sudah habis kumakan,” kata Ka’. Nenek menangis dan meminta Ka’ untuk mengembalikan bunganya, namun Ka’ tidak mau mengembalikannya. Nenek pun mempunyai ide, ia melihat eltep.
Dipanggilnya si Eltep,
“Wahai Eltep, tembaklah Ka’, karena ia tidak mau mengembalikan bungaku. Eltep menjawab, “Aku lang” yang artinya aku tidak mau. Nenek mencari lagi yang bisa menyuruh si Eltep. Ia melihat parang.

“Wahai parang, penggallah si Eltep, karena ia tidak mau menembak si Ka’, Ka’ tidak mau mengembalikan bungaku. Parang pun berkata.
“Aku lang,” nenek pun mencari lagi, ia melihat api,
“Wahai Api, leburlah parang, karena ia tidak mau memenggal Eltep, Eltep tidak mau menembak Ka’ dan Ka’ tidak mau mengembalikan bungaku,” namun Api pun tidak mau. Kemudian ia memanggil Air, “Oh, Air padamkanlah Api, Api tidak mau melebur Parang, Parang tidak mau memenggal Eltep, Eltep tidak mau menembak Ka’ dan Ka’ tidak mau mengembalikan bungaku,” lalu Air pun tidak mau. Nenek pun memanggil Gunung,
“Wahai Gunung bentengkanlah Air, karena Air tidak mau memadamkan Api, Api tidak mau melebur Parang, Parang tidak mau memenggal Eltep, Eltep tidak mau menembak Ka’ dan Ka’ tidak mau mengembalikan bungaku.” Gunung pun tidak mau. Kemudian ia memanggil Kerbau, “Oh Kerbau seruduklah Gunung karena ia tidak mau membentengi Air, Air tidak mau memadamkan Api, Api tidak mau melebur Parang, Parang tidak mau memenggal Eltep, Eltep tidak mau
menembak Ka’ dan Ka’ tidak mau mengembalikan bungaku.” Kerbau pun tidak mau. Kemudian nenek menyuruh Tali mengikat Kerbau, namun Tali juga tidak mau.

Selengkapnya: Kisah Petualangan Burung dan Unggas