Kisah Petualangan Monyet dan Kawan-Kawannya

Fofo Borokoa
(Persaudaraan Burung Ruak-Ruak dengan Monyet)
Fabel dari Nias

Pada zaman dahulu orang-orang tua bercerita kepada anak-anaknya jika berada di tempat tidur untuk meninabobokan si buah hati. Di suatu kampung sebuah negeri, ada sungai kecil tempat bermukim burung ruak-ruak si kaki kecil.
Di tepi atas bukit, tumbuh pohon beringin besar tempat bersemayam raja makhluk halus “Bela.”
Di seberang sungai ada semak-semak berumpun dahan kayu tempat monyet-monyet berteduh.
Pada suatu hari Burung Ruak-Ruak mendekap anaknya sambil beriba dengan suara yang lirih, “Sungguh menderita orang yang sendiri, tiada
yang menolong.”
Suara Burung Ruak-Ruak terdengar oleh si Monyet. Di seberang sungai di bukit, Monyet menemui Burung Ruak-Ruak dan berkata, “Alangkah ibanya hatiku mendengar jeritan hatimu.
Kalau itu memang dari lubuk hatimu, “Aku ingin sekali bersahabat denganmu.” Mulai saat itu terjadilah persahabatan antara Burung RuakRuak dengan Monyet.

Seiring waktu berjalan hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan berganti tahun persahabatan mereka semakin harmonis.
Sampai tercetus ide keduanya ingin membangun atap rumah tempat berteduh dari teriknya sinar matahari dan hujan yang dibuat dari ranting kayu,
dahan, dan daun yang sangat sederhana. Pada suatu waktu Burung Ruak-Ruak berkata kepada Monyet, “Hari sudah siang. Matahari sudah mulai tinggi. Mari kita segera memasang pukat di sungai sebelum banjir. Mungkin tangkapan dapat kita peroleh untuk di masak dan di makan hari ini.”
Monyet menjawab, “Hari ini aku tidak bisa ikut denganmu. Aku kurang enak badan.”
“Baiklah. Aku titip urus anak-anak dan beri
mereka makan. Jangan lupa jaga mereka.” Terbanglah Burung Ruak-Ruak di udara. Dia melihat-lihat ke bawah, di mana sungai mengalir. Semakin
merendah dilihatnya pohon-pohon di sepanjang Sungai Putih. Ruak-Ruak dengan penasaran terjun ke dalam sungai. Namun, semua bangsa Udang
telah mengangkat pedang mereka sebagai tanda perang batin Ruak-Ruak.

Selengkapnya: Kisah Petualangan Monyet dan Kawan-Kawannya