Lalang

Hutan

Ada sebuah gubuk kayu beratap nipah tak jauh dari hutan belantara Kalimantan. Di sanalah tinggal seorang wanita setengah baya bersama anak laki-lakinya yang masih kecil. Walau mereka hidup hanya berdua dalam keterbatasan, hal ini tidak mengurangi kebahagiaan mereka.
Mentari belum menampakkan sinarnya, kabut masih menyelimuti jalanan. Terlihat Ibu dengan pakaian panjang dan sarung sebagai pelapis sudah bersiap-siap ke kota untuk menjual hasil berkebun.

Tak hanya hasil kebun yang dijual ke pasar. Terkadang Ibu mencari tumbuhan dan akar tanaman hutan bahan obat tradisional juga untuk dijual.
Lalang, nama anak laki-laki itu masih tidur pulas saat ibunya berangkat. Ketika bangun, Lalang jarang sekali melihat Ibu ada di sampingnya. Dia terdiam sambil membersihkan tempat tidur dan menahan perut laparnya.
Meski kadang sedih, Lalang selalu berharap suatu saat dapat seperti anak-anak lainnya yang selalu didampingi dan disiapkan sarapan pagi oleh ibunya. Namun, Lalang tahu itu sulit terwujud karena Ibu adalah tumpuan hidup dalam keluarganya. Hanya Ibu yang menjadi tulang punggung keluarga.
Lalang hanya dapat berdoa dan berharap untuk ibunya agar segera pulang ke rumah dan membawa rezeki yang banyak. Dia membantu apa yang dapat dia lakukan di rumah.

Selengkapnya: Lalang