Macapat, Tembang Jawa Indah dan Kaya Makna

Mengenal Macapat

Hai kawan, ingatkah saat kecil dulu, orang tua kita biasa menyenandungkan lagu untuk pengantar tidur. Pernahkah kalian mendengar senandung lirik berbahasa Jawa seperti di bawah ini.


Lela ledhung anak wedok (lanang) arep bobo,
ora pareng nakal,
aja rewel aja nangis,
turu-turu bocah ayu/bagus,
wis merema.

Lirik-lirik di atas biasanya disenandungkan oleh orang tua untuk menidurkan anaknya. Lirik-lirik yang dirangkai dalam bahasa Jawa itu disebut ‘tembang’. Tembang dapat bermakna ‘syair, gubahan, kidung’, atau ‘nyanyian’. Tembang di atas merupakan salah satu contoh
tembang Jawa yang disebut tembang macapat.
Tembang macapat merupakan salah satu warisan budaya Jawa yang sangat terkenal. Macapat merupakan puisi tradisional dalam bahasa Jawa yang disusun dengan menggunakan aturan tertentu. Penulisan tembang macapat memiliki aturan dalam jumlah baris, jumlah suku kata, ataupun bunyi sajak akhir tiap baris yang disebut guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan.
Pada masa lalu tembang macapat disenandungkan tanpa menggunakan iringan apa pun. Pembacaan tembang macapat lebih diutamakan pada makna yang terkandung di dalam syairnya. Namun, seiring perkembangan zaman, banyak tembang macapat yang dinyanyikan dengan menggunakan nada tertentu dengan diiringi alat musik tradisional seperti gamelan.

Selengkapnya: Macapat