Manfaat Lain Traveling bagi Anak-anak

SAHABAT KELUARGA – Traveling, itulah kata yang sering kita dengar untuk menyebut sebuah perjalanan. Traveling kini lebih dikenal daripada kata perjalanan itu sendiri. Orang akan selalu mengasosiasikannya dengan piknik, berwisata ataupun liburan ketika mendengar kata itu. Apapun yang dimaksudkan yang pasti hampir setiap orang pernah melakukan perjalanan baik untuk jarak dekat, sedang maupun jauh.

Dengan berkendaaraan pribadi maupun umum, traveling dilakukan orang-orang untuk sebuah tujuan tertentu. Utamanya adalah memanfaatkan waktu liburan untuk refreshing. Mereka bisa melakukan traveling sendiri atau bersama keluarga dan anak-anak.

Jika melakukan traveling bersama anak-anak tentu ada hal yang berbeda yang dapat Anda lakukan untuk mereka. Di samping mendapatkan kegembiraan, hal lain pun sekaligus dapat kita lakukan untuk anak-anak. Ibarat sekali mendayung dua tiga pulau kita lampaui.

Lantas apa sajakah yang dapat kita lakukan saat mengajak anak-anak melakukan traveling? Berikut ini adalah hal yang dapat kita lakukan saat mengajak anak-anak traveling:

Pertama, mengenalkan berbagai tempat ataupun bangunan yang dijumpai.
Salah satu tujuan kita melakukan traveling di antaranya adalah mengunjungi tempat, objek, atau wahana tertentu. Mungkin kita akan dapat mengunjungi pantai, laut, pegunungan, kota, pedesaan, atau tempat tertentu.
Apapun yang dikunjungi dan di manapun wilayahnya, tentu tempat itu memiliki nama. Lokasinya pun dapat kita temukan dalam sebuah peta, atlas, ataupun sekarang dikenal dengan google maps. Dari sinilah anak-anak akan dapat berpiknik sekaligus mempelajari letak obyek tertentu dalam peta atau denah. Anak-anak akan mudah dan berkesan saat belajar langsung menggunakan peta. Sambil berjalan mereka dapat membuka peta atau google maps untuk mengetahui posisi dirinya. Itu sangat mengasyikkan. Belajar yang menyenangkan.
Maka siapkanlah peta/atlas setiap kali melakukan perjalanan. Tunjukkan di dalam peta tersebut setiap kali kita berada di wilayah tertentu. Ajaklah mereka untuk mengamati wilayah itu dan amati pula posisi di peta. Maka yang perlu orangtua siapkan adalah buku atlas. Dengan demikian mereka akan memahami tempat-tempat yang dituju, dilewati, atau disinggahi. Dengan begitu perjalanan menjadi lebih bermanfaat.

Kedua, untuk literasi berjalan.
Menikmati perjalanan masih bisa dimanfaatkan juga untuk melakukan literasi. Anak-anak bisa membaca atau menulis sesuatu. Kegiatan membaca bisa dilakukan seraya duduk di kendaraan. Memanfaatkan buku bacaan bisa dilakukan ketika anak-anak merasa bosan dalam perjalanan, terutama perjalanan yang jauh. Siapkan buku bacaan yang cukup variatif dan menarik sebagai pengganti kebosanan. Buku-buku cerita, dongeng, atau bahkan buku non fiksi hendaknya disiapkan dengan cukup agar anak-anak memiliki banyak pilihan.

Selain itu kegiatan membaca juga bisa dilakukan tanpa buku. Selama perjalanan panjang tentu akan dijumpai banyak informasi. Informasi bisa berupa petunjuk lalu lintas, rambu jalan, papan nama, baliho, iklan, poster, dan berbagai informasi lain. Bahan bacaan itu akan mereka dapatkan sepanjang perjalanan. Maka manfaatkan bahan literasi jalanan tersebut sebaik-baiknya. Orang tua dapat mambantu memberikan penjelasan tentang bahan literasi yang dijumpai anak-anak sehingga mereka merasa mendapatkan ilmu baru dan sekaligus guru baru sepanjang perjalanan tersebut.

Anak-anak juga bisa melakukan aktivitas ringan untuk menulis. Berbagai hal yang ditemui dapat ditulisnya. Tulisan bisa berupa catatan ringan dalam sebuah buku, kertas atau bahkan media gawai. Minta mereka memberikan informasi dan mencatatnya setiap hal yang menarik untuk dicatat. Menulis di facebook, Instagram, WatsApp bisa dilakukan sambil melakukan perjalanan. Bahkan mereka bisa saja membuat laporan perjalanan secara spontanitas dalam perjalanan tersebut. Satu hal yang lebih menarik adalah ketika anak-anak menulis sekaligus melengkapi dengan foto atau gambar.

Ketiga, berkarya, berkreasi, dan mengambil foto.
Salah satu kegiatan yang sangat ditunggu saat traveling adalah pengambilan gambar/foto. Baik itu yang dilakukan sendiri (selfie) maupun yang dibantu orang lain. Kegiatan tersebut sangat mudah dilakukan. Tidak hanya oleh para ahli fotografer,melainkan bisa dilakukan oleh mereka yang baru saja belajar mengambil gambar sekalipun. Mereka biasanya mencari tempat-tempat yang bagus untuk diabadikan. Tempat-tempat yang indah semacam taman, laut, kebun, sawah, gunung, dan lain-lain dapat dijadikan objek untuk latar belakang pengambilan gambar.

Kegiatan pengambilan gambar dapat dilakukan oleh anak-anak pula. Dengan menggunakan kamera ataupun gawai mereka dapat mengambil momen, pemandangan, atau apa saja yang bagus untuk diabadikan. Orangtua bisa mengarahkan atau memberi petunjuk bagaimana anak-anak dapat mencari momen baik. Dengan begitu perjalanan mereka akan menjadi berkesan dan penuh kenangan. Tidak itu saja anak-anak juga akan mendapatkan karya selama perjalanan itu. maka cetaklah hasil karya tersebut, beri figura dan jika memungkinkan, pasanglah di didnding. Tentu ini akan membuat mereka bangga, senang, dan mengesan.

Keempat, belajar jadi reporter.
Memberikan informasi perjalanan juga dapat dilakukan anak-anak kita secara langsung. Dengan media gawai anak-anak kita sudah mahir menyiarkan secara langsung setiap perjalanan dan kegiatan dalam bentuk reportase perjalanan. Berbagai kejadian, pemandangan, maupun aktifitas sepanjang perjalanan dapat dilaporkan kepada saudara, keluarga, teman, maupun khalayak lainnya. Dengan cara begitu dirinya akan dapat mengurangi kejenuhan sekaligus bermanfaat bagi orang lain.
Sepanjang perjalanan tentu banyak sekali pengalaman yang didapat oleh anak-anak kita. Mulai dari menyaksikan pemandangan, keindahan alam, keramian, atau peristiwa yang dijumpainya. Menyaksikan alam dan pemandangan sebuah daerah dan merasakan panjangnya perjalanan akan menyadarkan bahwa wilayah kita sebenarnya sangat luas. Alam diciptakan Tuhan begitu rayanya sehingga diharapkan akan tumbuh kesadaran bahwa kita adalah bagian dari ciptaan Tuhan yang demikian kecilnya.
Jika anak-anak dapat menyadari dan merasakan hal itu, maka dalam jiwa mereka akan tumbuh nilai religiusnya. Maka bimbinglah dan arahkan dengan berbagai pertanyaan untuk menyadari bahwa Tuhan Maha Besar yang menciptakan jagat yang begitu raya dan tumbuhlah keimanannya.

Kelima, menambah pengetahuan.
Perjalanan bagi anak-anak dapat bermanfaat juga untuk menambah pengetahuan dan wawasan, baik terkait dengan kewilayahan negeri sendiri maupun pengetahuan dan wawasan kebangsaan lainnya. Anak-anak juga akan bertambah pengetahuannya karena sepanjang perjalanan pasti akan menemukan berbagai hal. Segala yang dilihat, didengar, dan dirasakan pasti akan dapat dikenang. Itu semua merupakan pengalaman sekaligus pengetahuan. Kita yakin bahwa sepanjang perjalanan tentu mereka akan dapat menyimpan memori yang begitu bermacam-macam. Artinya semakin lama menempuh perjalanan maka mereka akan dapat banyak merekam peristiwa. Di sinilah mereka akan bisa belajar dari sebuah perjalanan. Sehingga perjalanan tidak bisa dianggap sebagai hal yang melelahkan anak-anak belaka, melainkan sebagai proses pembelajaran di luar sekolah yang mengasyikkan.

Keenam, meningkatkan kemampuan bercerita.
Traveling dapat dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan anak-anak dalam bercerita. Anak-anak bisa menceritakan apa yang dilihat, dialami, dirasakan, melalui kegiatan menceritakan kembali dalam berbagai bentuk. Bisa dengan bahasa lisan maupun dengan bahasa tulis. Melalui bentuk apapun tidak masalah yang penting dirinya mampu menceriterakan kembali baik di rumah maupun di sekolah.
Tugas kita adalah memberikan waktu dan sarana ketika anak-anak kita harapkan dapat menceritakan kembali perjalanannya. Luangkan waktu untuk mendengarkan ceritanya serta mengapresiasinya adalah hal yang baik. Dengan strategi yang tepat kita perlu memancing jika anak belum mau bercerita.

Demikianlah, traveling memiliki banyak manfaat bagi anak-anak. Traveling itu bukan hanya untuk menyaksikan sebuah objek atau tempat saja, melainkan bisa pula untuk fungsi-fungsi lainnya yang penting bagi mereka. Semoga bermanfaat. (Riyadi – Pendidik di SDN Pangebatan Karanglewas, Banyumas, Pegiat literasi di Kompak).

Sumber: sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id