OCD di Deli Serdang Libatkan Orangtua


SAHABAT KELUARGA- Sebanyak 726 satuan pendidikan, mulai dari jenjang PAUD, taman kanak-kanak sampai SMP, baik negeri maupun swasta, di Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 1 November lalu mengikuti kegiatan Outdoor Classroom Day (OCD) atau belajar di luar kelas.

Dalam kegiatan yang juga serentak dilakukan di berbagai wilayah Indonesia itu, semua siswa dan juga para orangtuanya, bersama-sama melakukan kegiatan cuci tangan serentak, makan dan doa bersama serta bermain dan belajar. Ada juga permainan tradisional, simulasi tanggap bencana, literasi budaya dan peduli lingkungan.

Menurut Plt Kepala Dinas Pendidikan Deliserdang, Miska Gewasari, kegiatan OCD bertujuan dalam rangka pemenuhan hak anak, yakni bermain dan belajar. “Melalui pembelajaran outdoor ini, anak-anak belajar mengenali potensi alam dan mampu berinteraksi dengan alam. Anak-anak juga bersosialisasi berinteraksi emosional dalam bermain di luar kelas, dan ada beberapa rangkaian kegiatan hari ini anak anak benar benar terfasilitasi, dalam bergerak bermain dan belajar,” kata Miska.

Kegiatan OCD ini diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dan Sekretariat Bersama Program Sekolah Ramah Anak yang meliputi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, KemenPPPA, dan Kementerian Agama.

Kegiatan OCD Deli Serdang yang dipusatkan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Lubukpakam ini dihadiri juga oleh Staf Ahli Bupati Deli Serdang, Aida Harahap, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rabiatul Adawiyah Lubis, perwakilan Kementerian Agama dan perwakilan DPRD Deliserdang serta wali murid.

Orangtua terlibat
Miska mengakui, kegiatan OCD sejatinya hal yang biasa. Namun, yang istimewa pada OCD 2018 ini, orangtua terlibat langsung bersama guru dan anak-anak melalui aktivitas sarapan pagi bersama, bermain permainan tradisional, latihan simulasi tanggap bencana, literasi budaya, literasi sejarah, dan lain-lainnya. “Kegiatan ini juga melibatkan stake holder pendidikan, muspida, muspika, dunia usaha, dan pemerintah desa untuk memiliki komitmen bersama dalam mendukung pendidikan yang ramah anak, “ujarnya.

Menurut Miska, melalui OCD ini, anak akan bergembira dan muncul kreatifitas dan dengan belajar tentunya akan muncul ilmu yang nantinya sangat bermanfaat. Ia berharap, dengan OCD tahun ini guru- guru bisa lebih termotivasi, dan mempunyai referensi dalam merancang pembelajaran di luar sekolah.

Salah seorang orangtua murid di salah satu SD di Lubukpakam, Eka, mengatakan, kegiatan OCD ini sangat bagus dan bermanfaat untuk anak anak, sebab anak-anak dapat lebih paham tentang belajar di luar sekolah yang bisa mengedukasi dan memberikan kreatifitas dan permainan yang berbasis dalam menambah ilmu pendidikan. “Sangat bagus dan bermanfaat, anak-anak kita bisa lebih bergembira dan senang karena mendapat pembelajaran dan edukasi dari luar sekolah,” sebut mereka.

Pada pelaksanaan OCD ini, SMPN 4 Satu Atap Sunggal bersama Paguyuban orangtuanya menyerahkan sumbangan sebanyak Rp 13.300.000 sebagai rasa empati dan kepedulian terhadap korban gempa/tsunami di Palu, Sigi, dan Dongala, Sulawesi Tengah. Sedangkan Paguyuban TK Plus Swasta Darul Ilmi Murni Kecamatan Namo Rambe menyerahkan 5 set kran untuk cuci tangan.

Kegiatan OCD ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia yang sudah berkomitmen sebagai sekolah ramah anak. Data dari Kemendikbud dan KemenPPPA menyebutkan, ada sebanyak satu juta murid di 10 ribu sekolah ramah anak di Indonesia yang terlibat dalam OCD ini.

Secara global, kegiatan OCD ini merupakan kesepakatan antara Indonesia dengan Inggris pada saat pertemuan Child in the City Conference pada November 2016 lalu di Belgia. OCD merupakan kampanye global untuk menginspirasi aktivitas belajar dan bermain di luar kelas minimal 90 menit setiap hari. Lebih dari 20 negara di seluruh dunia turut mengkampanyekan OCD ini antara lain Indonesia, Inggris, Australia, India, Colombia, Saudi Arabia, dan Amerika. Yanuar Jatnika

Sumber: https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id