Pedoman Pendidikan Kemaritiman di Satuan Paud

Secara geografi dan geoekonomi indonesia menjadi poros maritim dunia yang wilayah teritorinya membentang dari barat ke timur sepanjang 5.111 km dan dari utara ke selatan 1.888 km, terletak di tengah-tengah atau sebagai penghubung antara Samudera Pasifi dan Samudera Hindia. kekayaan lautnya melimpah terutama ikan dan udang, sedangkan di bawah lautan berisi potensi tambang seperti minyak dan jenis-jenis tambang lainnya.
Sejak usia dini, anak perlu diperkenalkan posisi geografi dan potensi-potensi kemaritiman yang secara alami telah dimiliki indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dengan garis pantai sepanjang 81.000 km dan wilayah laut 3,8 juta km2. Sejak diberlakukannya Hukum Laut internasional (unCLoS 1982) oleh PBB tahun 1994, indonesia memiliki tertorial laut seluas 3,2 juta km2 dan perairan zona ekonomi ekslusif (Zee) 2,9 juta km2. ini berarti wilayah penangkapan ikan dan udang bagi nelayan dan pengusaha indonesia mencapai 6,1 juta km2.
mengenal dan mencintai laut harus dilakukan sejak usia dini melalui piknik, darmawisata ke pantai, nonton video dokumenter tentang kemaritiman, dan kegiatan pembelajaran dengan tema kemaritiman. melalui kegiatan tersebut diharapkan anak-anak sejak usia dini memiliki kecintaan terhadap kemaritiman.
kurikulum bermuatan kemaritiman dapat dimulai dari mengenalkan jati diri dan bagaimana berkehidupan sebagai bangsa maritim. dengan mengenal jati diri bangsanya, anak–anak akan tumbuh dengan semangat kebangsaan dan nilai–nilai kemaritiman yang tinggi. Peran pendidikan dalam menanamkan jiwa kemaritiman adalah dengan memasukkan muatan kemaritiman dalam kurikulum 2013 Paud.

Selengkapnya: Pedoman Pendidikan Kemaritiman di Satuan Paud