Peningkatan Kompetensi Fasilitator dalam Pemanfaatan Buku Literasi di Regional Sumatra


Medan, Kemendikbudristek — Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek) mengadakan kegiatan Peningkatan Mutu Fasilitator Pendampingan Pemanfaatan Buku Literasi Tingkat Regional Sumatra pada Jum’at—Senin, 19 s.d. 22 Agustus 2022. Kegiatan ini merupakan implementasi program Gerakan Literasi Nasional (GLN) guna meningkatkan kemampuan literasi anak-anak Indonesia dan meningkatkan kompetensi fasilitator pendamping dalam memanfaatkan buku literasi dari Kemendikbudristek.

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra (Kapusbin), Muhammad Abdul Khak, menjelaskan bahwa sebagai program prioritas, kegiatan peningkatan mutu fasilitator harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian sebagai ujung tombak dalam meningkatkan kemampuan berliterasi para pendidikan maupun generasi muda. para fasilitator di wilayah regional Sumatra ini idealnya mendapat pendampingan dalam pemanfaatan buku literasi.

“Merujuk arahan Mendikbudristek agar literasi berfokus pada anak-anak usia sekolah PAUD dan SD karena beliau meyakini bahwa usia-usia anak-anak PAUD dan SD sangat terbuka untuk tertarik dan mencintai buku,” kata Kapusbin di hadapan perwakilan balai atau kantor bahasa provinsi dan instansi daerah di wilayah regional Sumatra, di Kota Medan (19/8).

Oleh karena itu, Abdul Khak berharap, seluruh peserta memiliki komitmen yang kuat untuk bersama-sama memberi keluaran (output) yang nyata dari kegiatan ini. Tugas Kemendikbudristek adalah membantu para pendidik di sekolah dengan menyediakan buku-buku berkualitas.

“Mari kita mendorong anak-anak untuk mencintai buku sesuai dengan perspektif mereka masing-masing. Ingat bahwa tujuan literasi adalah membantu anak-anak agar nantinya dapat hidup secara layak karena kita percaya bahwa buku merupakan sumber ilmu dan ilmu dapat menaklukkan dunia,” ujar Kapusbin menekankan pentingnya buku sebagai sarana belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Kegiatan Yuli Astuti Asnel, menegaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan fasilitator yang andal dalam memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para guru yang akan melakukan pemanfaatan buku bacaan literasi dan modul literasi tingkat kabupaten yang akan dilaksanakan pada bulan September 2022.

Ketua Panitia berharap peserta dapat mengambil pengetahuan sebanyak mungkin dari para narasumber yang hadir. “Kami berharap, apa yang menjadi tujuan kegiatan ini bisa terwujud dan pengetahuan yang diperoleh para peserta bisa menjadi masukan dan pengetahuan berharga,” ujarnya.

Menyambung pernyataan sebelumnya, Kepala Sub Bagian Umum, Salbiyah Nurul Aini, mewakili Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara turut mengajak peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. “Sebagai unit pelaksana teknis Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek di Sumatera Utara, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara mendukung penuh kegiatan ini,” pungkasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 63 peserta dari berbagai instansi dari Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepri, Sumatera Selatan dan Lampung, serta balai dan kantor bahasa provinsi se-Sumatra. Para narasumber yang mengisi acara yaitu Hari Tsabits dari Mutiara Rindang, Widowati dari Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Sabrina Sarmili dari Sumatra Utara, Anna Farida dari Yayasan Litara, Ine Rahmati dari Direktorat Sekolah Dasar, Sotya Mayangwuri dari GTK, Palupi Matiasih dari FTBM, dan Julia dari Reading Bugs.*** (Yulia/Meryna/Editor: Denty A.)