Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia (5 Jilid)

Judul       : Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia; (5 Jilid)

Penerbit  : Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan,

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Sinopsis :

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia ditulis untuk memberikan pencerahan tentang “Islam, kebudayaan, dan Ke-Indonesia-an”. Secara akademik dalam buku ini memberi gambaran bagaimana Islam, kebudayaan dan Ke-Indonesia-an itu bisa berinteraksi secara damai, bahkan berlangsung melalui proses konvergensi, tanpa melalui benturan-benturan sebagaimana terjadi di negara-negara lain. Secara praksis, proses itu terus menjadi pijakan bagi pembentukan dan penguatan indonesia, untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan.

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia yang terdiri dari lima (5) Jilid ditujukan untuk memperkokoh jati diri bangsa Indonesia. Islam Sebagai agama yang dianut oleh mayoritas penduduk Indonesia, telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jati diri bangsa Indonesia. Mengingat Islam yang dianut di Indonesia tidak lepas dari konteks budaya lokal, Islam yang berkembang memiliki karakteristik tersendiri tanpa kehilangan warna Islam universal yang dianut oleh bangsa-bangsa lain.

Kelima jilid buku ini berbicara tentang Islam, kebudayaan, dan Ke-Indonesia-an tergambar dalam lima (5) jilid buku, yaitu :

Jilid I   : Akar Historis dan Awal Pembentukan Islam

Jilid 2  : Tradisi Intelektual dan Sosial

Jilid 3  : Institusi dan Gerakan

Jilid 4  : Sastra dan Seni

Jilid 5  : Khasanah Budaya Bendawi

Kelima jilid dalam Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia memberikan gambaran mengenai dimensi kebudayaan Islam di Indonesia dari masa ke masa. Bagaimana peradaban Islam Indonesia menampilkan ciri dan karakter yang relative berbeda dengan peradaban Islam di wilayah-wilayah peradaban muslim lainnya. Kekhasan ini memiliki kecenderungan kuat untuk lebih akomodatif dan inklusif terhadap tradisi dan praktek-praktek kebudayaan lokal.

“Buku Sejarah Kebudayaan Indonenesia” ditulis 35 sejarawan dan diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebuidayaan menjadi penting bukan hanya sebagai sebuah catatan sejarah, namun juga menjadi pesan bagi kita sebagai sebuah bangsa. Bukan hanya untuk mengenang apa yang lampau, tapi juga untuk mengetahui dimana posisi kita berdiri saat ini.