Seri Manual GLS, Literasi Berimbang

I. Mengenal Literasi Berimbang

Literasi Berimbang merupakan pendekatan pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan memahami dan menghasilkan informasi. Istilah ‘berimbang’ mengacu pada pandangan bahwa siswa belajar menjadi pembaca yang memerlukan berbagai kesempatan berbeda untuk belajar. Keseimbangan diperoleh melalui gabungan berbagai strategi pembelajaran dengan tujuan menghasilkan pembelajar yang kompeten dan literat.
Kelompok kegiatan membaca memberikan waktu bagi siswa untuk membaca, dengan bimbingan guru/pendamping yang juga cinta membaca, mempunyai kesempatan untuk berbicara dan menulis tentang teks yang dibaca, dan mendapatkan bimbingan eksplisit tentang keterampilan dan strategi untuk menjadi pembaca yang baik. Siswa yang masih mengalami kesulitan membaca perlu diberik kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan membaca bersama dan membaca nyaring. Siswa juga membutuhkan kesempatan untuk belajar dari komponen lain dalam literasi berimbang, terutama komponen menulis. Mereka perlu belajar tentang aturan bahasa tulis, misalnya ejaan, tata bahasa, dan tanda baca. Siswa juga perlu belajar tentang kosakata, baik maknanya maupun ejaannya. Selain itu, siswa perlu dipaparkan pada karya sastra dalam bentuk yang sederhana melalui kegiatan membacakan nyaring dan berbincang tentang buku.
Dalam literasi berimbang, guru diharapkan menyediakan waktu untuk membacakan cerita/buku beberapa kali dalam
seminggu. Tak kalah pentingnya adalah kesempatan untuk membaca berbagai jenis teks terkait dengan bidang studi
dan bagaimana mengembangkan strategi pemahaman berbagai teks tersebut.
Secara singkat, literasi berimbang memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Mengembangkan kompetensi semua siswa dengan memanfaatkan berbagai bahan ajar, sarana, dan strategi.
b. Menekankan perkembangan bahasa lisan, kemampuan berpikir dan berkolaborasi sebagai dasar pembelajaran
literasi.
c. Menggunakan asesmen formatif sebagai panduan pembelajaran dan untuk menentukan tingkat dukungan yang
perlu diberikan kepada siswa.
d. Memberikan instruksi yang eksplisit untuk keterampilan memecahkan masalah dan berpikir strategis.
e. Memberikan waktu khusus tanpa interupsi untuk pembelajaran literasi.
f. Memenuhi kebutuhan pembelajaran dan literasi secara individu.

II. Komponen Literasi Berimbang

Selengkapnya: Seri Manual GLS Literasi Berimbang