Seri Manual GLS, Variasi Kegiatan 15 Menit Membaca di Sekolah

Semakin sering siswa membaca, semakin cepat mereka menjadi pembaca yang baik.

I. PENDAHULUAN

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 mewajibkan para siswa untuk membaca buku minimal 15 menit sebelum melakukan kegiatan belajar-mengajar di sekolah setiap hari. Permendikbud ini juga menyebutkan bahwa buku yang dibaca adalah buku nonteks pelajaran. Esensi dari kebijakan ini adalah bahwa kegiatan membaca perlu dibiasakan sebagai rutinitas harian. Melakukan hal sederhana tetapi rutin lebih efektif membentuk kebiasaan yang berkelanjutan. Demikian halnya, 15 menit membaca setiap hari akan menumbuhkan siswa pembaca dan pemelajar sepanjang hayat. Namun, mengapa membaca sebanyak 15 menit setiap hari? Bagaimana kegiatan sederhana seperti 15 menit membaca dapat berdampak penting dalam kehidupan siswa? Jawabannya akan diuraikan sebagai berikut.
A. Memperkaya Kosakata
Dengan 15 menit membaca setiap hari, seorang siswa akan membaca selama 5.475 menit setiap tahun, atau 91 jam 15 menit dan terpajan kepada sekitar 1.000.000 kata. Bandingkan dengan siswa seusianya yang membaca selama satu (1) menit setiap hari. Dalam setahun, kelompok siswa ini membaca selama sekitar 365 menit, atau 6 jam, setiap tahun. Berarti, siswa yang membaca semenit setiap hari terpajan pada hanya 8.000 kata per tahun.

Perbendaharaan kosakata merupakan komponen yang menentukan kemampuan anak memahami bacaan (Scarborough, 2001; Trelease, 1997). Semakin banyak kosakata yang diketahui siswa, semakin baik kemampuan mereka untuk memahami bacaan. Dengan menguasai banyak kosakata, siswa pun semakin terampil berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan.

Selengkapnya: Seri Manual GLS Variasi Kegiatan Lima Belas Menit Membaca di Sekolah